PUBLIKSATU, BAUBAU – Sejumlah oknum protokoler Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau diduga abaikan surat edaran Kemendagri tentang larangan berbuka puasa bersama dan diduga mengabaikan protokol kesehatan (Prokes). Peristiwa itu diduga terjadi di hotel Zenith Premiere pada Jumat, (07/05/2021).

Peristiwa itu mulai diketahui usai salah seorang oknum Protokoler tersebut menggunggah foto kegiatan buka puasa bersama tanpa menggunakan masker di sosial media Facebook pada akun pribadinya. Tak lama kemudian postingan itu viral dan menjadi perbincangan warganet.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Roni Muhtar membenarkan adanya kegiatan buka puasa bersama tersebut. Namun menurutnya kegiatan tersebut tidak terencana terlebih dahulu.

“Kita harus akui ada buka puasa bersama tetapi tidak diniatkan untuk melaksanakan buka puasa bersama,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (10/05/2021).

Ia menjelaskan kegiatan tersebut tidak terencana namun pada saat tersebut para oknum Protokoler tersebut sedang berada di lokasi sekitaran hotel, dan waktu sudah mendekati berbuka puasa sehingga mereka akhirnya memilih Hotel Zenith Premiere untuk melaksanakan buka puasa bersama.

“Kemarin itu ada yang sempat viral dan mereka sudah melapor. Sebenarnya kondisinya itu tidak direncanakan buka puasa bersama, hanya saja sudah mendekat waktu berbuka puasa dan mereka berada di lokasi yang dekat dengan Hotel Zenith sehingga mereka masuklah ke Hotel Zenith,” jelasnya.

Roni mengungkapkan para oknum Protokoler tersebut juga sebelumnya pada saat memasuki hotel sudah menerapkan protokol kesehatan. Namun diakuinya, kekeliruan terjadi pada oknum Protokoler itu sendiri karena harus memposting kegiatan mereka di sosial media.

“Masuk ke Hotel Zenith itu juga sudah dalam kondisi mereka telah mengikuti prokes, pemanfaatan thermalgun, memakai masker, mencuci tangan. Jadi sudah ada beberapa tahapan mereka lewati pada saat masuk ke Hotel Zenith itu, hanya memang kelirunya ini pada saat mereka selesai berbuka lalu berfoto dan itu yang ditangkap di saluran medsos dan mereka juga sudah minta maaf dan itu tidak ada niatan dan tidak disengaja untuk melakukan buka puasa bersama,” terangnya.

Saat ditanya mengenai sanksi yang diberikan, Roni belum tau pasti sebab harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh Inspektorat.

“Kita lihat kadarnya, karena semua itu kita beri sanksi sesuai kadarnya dan nanti kita serahkan kepada infpektorat untuk melihat seberapa berat ketidakpatuhan mereka terhadap himbauan untuk tidak buka puasa itu,” tutupnya.

Sementara itu, Food & Beverage Manager Zenith Premiere, Aditya Setiawan mengungkapkan saat ini pihaknya telah melakukan standar protokol kesehatan baik dari pintu masuk hingga di dalam ruangan makan.

“Di dalam ruangan juga sudah terapkan protokol namun terkadang pengunjung kalau sudah di dalam sudah susah diawasi,” ungkapnya saat ditemui di tempat kerjanya.

Selain itu, ia juga menjelaskan selama Bulan Suci Ramadan pihak hotel melayani sistem booking tempat bagi para pengunjung yang ingin melakukan aktifitas buka puasa guna mengantisipasi kepadatan pengunjung dan agar menyiapkan ruangan agar tidak melebihi kapasitas.

“Iyah sistem booking tempat. Soalnya saya batasi kapasitas ruangan juga karena jumlah pengunjung harus maksimal 50 persen dari kapasitasnya. Kami juga standar protokol karena kalau yang masuk tidak terapkan protokol kami tidak beri izin masuk,” tutupnya. (*)

COVID BUSEL