PUBLIKSATU, BUTON – Pemerintah Kabupaten Buton menetapkan besaran zakat yang harus dibayarkan setiap orangnya yakni 3,5 Kg berupa makanan pokok yang diuangkan sesuai harga pasaran masing-masing kecamatan.

Rinciannya, bila memilih membayar zakat standar Beras Kepala. Tiap jiwa, Rp 35.000. Perhitungannya, 3,5 liter beras dikalikan harga yang ada di pasar Rp 10.000.

Sedangkan untuk standar beras biasa, Rp 31.500,- (3,5 liter x Rp. 9.000,- ) dan jagung, Rp. 17.500,- (3,5 liter x Rp. 5.000,- )

Untuk pembayaran infaq besarannya ditetapkan seperti pada tahun lalu. Rp 5.000

Besarnya pembayaran itu ditetapkan dalam rapat penetapan besaran zakat fitrah, infaq dan sedekah serta persiapan pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M di wilayah Kabupaten Buton yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Buton, gedung A, lantai 2, kompleks perkantoran Pemkab Buton, Pasarwajo, Jumat 30 April 2021.

Rapat tersebut juga membahas antisipasi penyebaran covid-1 dan juga kelangkaan stok dan lonjakan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam kesempatan itu, Bupati Buton, La Bakry mengimbau agar para Camat dan KUA untuk menyampaikan kepada panitia penyaluran zakat fitrah agar dapat menyalurkan zakat fitrah lebih cepat guna menghindari kerumuman dan juga diharapkan H-1 lebaran penyaluran zakat sudah dituntaskan .

Tidak hanya itu, Bupati juga menjelaskan sengaja besarnya infaq disamakan dengan tahun sebelumnya karena kondisi perekonomian masyarakat masih belum stabil akibat pandemi Covid-19.

“Melihat kondisi perekonomian masyarakat tahun ini yang masih belum stabil hampir sama dengan tahun kemarin diakibatkan pandemi Covid-19, jadi infaq agar disamakan dengan tahun sebelumnya. Sambil kita melihat kondisi untuk tahun selanjutnya,” tutur Ketua Bapera Sultra ini.

Lebih lanjut, Bupati Buton, La Bakry menjelaskan pelaksanaan salat Ied tahun ini dilaksanakan secara berjamaah dan dipusatkan di Lapangan Banabungi, Pasarwajo untuk wilayah ibu kota.

“Shalat Ied kita pusatkan di Lapangan Banabungi Pasarwajo untuk wilayah Pasarwajo, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Petugas kesehatan harus ada yang bertugas untuk mengecek suhu tubuh dan menyiapkan hand sanitizer untuk digunakan para jamaah,” ujarnya.

Selain itu, dalam rapat tersebut juga menghasilkan beberapa keputusan. Diantaranya, tidak ada takbir keliling, pelaksanaan takbir berpusat di masing-masing masjid.

Salat Idul Fitri dilaksanakan di lapangan dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan yang bersih atau menggunakan hand sanitizer, memakai masker, dan menjaga jarak.

Untuk wilayah Kota Pasarwajo dan sekitarnya, pelaksanaan Salat Idul Fitri berpusat di Lapangan Sepakbola Banabungi. (*)

COVID BUSEL