PUBLIKSATU, BAUBAU – Perpisahan Siswa-siswi SMA Negeri 2 Baubau diduga mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Peristiwa itu diketahui setelah postingan foto dan video perpisahan di sekolah tersebut ramai diperbincangkan dijagad maya facebook.

Dari postingan-postingan yang beredar, jelas terlihat siswa-siswi mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak dan memakai masker. Bahkan terlihat dalam sebuah video pendek terlihat salah seorang kepala sekolah sebelumnya bersama siswanya sedang berjoget tanpa menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

Kepala SMA 2 Baubau, Hasma Ramli membenarkan bahwa postingan yang beredar tersebut adalah siswa-siswinya dan berada dilingkungan SMA 2 Baubau yang sedang melangsungkan acara pelepasan kepala sekolah, guru, dan siswa kelas XII yang telah selesai melaksanakan ujian sekolah, namun dirinya membantah kejadian tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara tesebut.

“Acara yang viral itu sebenarnya di luar dari rangkaian acara yang kami lakukan karena itu terjadi sudah selesai acara. Saya juga kaget dan mungkin itu luapan dari anak-anak dan itu terjadi siang hari,” ungkapnya kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/04/2021).

Hasma juga membantah dalam kegiatan pelepasan diadakan acara musik joget. Ia mengungkapkan musik yang digunakan hanya musikal selingan dan puisi.

“Tidak, yang ada itu hanya musikal selingan, musikal puisi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa peserta yang hadir tersebut terlebih dahulu telah dilakukan rapid test sebelum siswa-siswinya mengikuti ujian.

Sementara itu, Kepala BPBD Baubau yang merupakan Satgas Covid-19 Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali telah melakukan teguran kepada penyelenggara acara.

“Ini kami sudah datang di SMA 2 ketemu kepala sekolahnya dan kami dari Satgas sudah datang menegur pihak penyelenggara. Dan acara itu memang benar-benar terjadi di sini,” ungkapnya usai mendatangi SMA 2 Baubau.

Muslimin menjelaskan kegiatan tersebut telah mendapat izin dari Satgas Covid dengan memperhatikan protokol kesehatan, diantaranya memakai masker, menjaga jarak dan protokol kesehatan lainnya.

“Memang surat keterangan yang kami keluarkan itu persyaratan-persyaratan jelas di dalamnya, wajib menggunakan masker, wajib mencuci tangan, wajib memakai thermalgun dan beberapa persyaratan lainnya ada dalam surat tersebut. Dan setelah kami temui kepala sekolah, ternyata foto dan video viral tersebut sudah selesai dari kegiatan acara,” jelasnya.

Ia mengungkapkan aksi dalam foto dan video yang viral tersebut melanggar protokol kesehatan.

“Kalau itu melanggar, karena rata-rata mereka sudah tidak pake masker, tetapi di awal kegiatan memang mereka itu sudah menggunakan Prokes yang bagus,” tutupnya.

Peliput : Darno Ufatma

COVID BUSEL