PUBLIKSATU, BUTON – Bhabinkamtibmas Polsek Lasalimu Polres Buton, Brigadir Faslimun Ahyan mengedepankan restorative justice untuk menyelesaikan permasalahan warga binaannya di Desa Wasamba.

Ahyan memediasi kasus dugaan pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh LS (40) terhadap GZ (32). Mediasi ini dilakukan di Polsek Lasalimu beberapa waktu lalu.

Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalahnya di luar jalur hukum, melalui kekeluargaan dengan masing – masing persyaratan yang diajukan dan disepakati bersama melalui surat pernyataan.

Dalam proses mediasi menggunakan pendekatan penyelesaian masalah antara para pihak dalam hubungan sosial dari pada menghadapkan pelaku dengan aparat pemerintah (penegak hukum) dan kedua belah pihak bersepakat menyelesaikan segala persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan.

Ahyan menjelaskan problem solving jalur hukum merupakan jalan terakhir, penyelesaian masalah lebih mengedepankan cara solutif atau mediasi.

Untuk mewujudkan keadilan restoratif, ia mengimplementasi restorative justice untuk menuju Polri yang presisi.

Kata dia, Indonesia merupakan negara yang berlandaskan pada hukum sebagaimana telah diamanahkan dalam UUD 1945 pasal 1 ayat (3). Realita yang ada, sebagian masyarakat masih menilai hukum adalah tindakan aparat hukum dan keputusan hukum yang diambil.

Sehingga sistem peradilan pidana (criminal justice system) hampir selalu berujung penjara yang mana penjara bukanlah solusi terbaik.

Padahal penyelesaian persoalan hukum tersebut dapat ditempuh melalui salah satu sistem hukum progresif yakni pengimplementasian restorative justice demi terwujudnya keadilan subtantif.

“Dari kejadian tersebut Bhabinkamtibmas berharap masyarakat dapat mengambil hikmah yang mana segala permasalahan tidak harus diselesaikan dengan cara kekerasan namun lebih pada secara persuasif (kekeluargaan) dan agar lebih mengendalikan diri dalam menjaga emosi,” ujar dia kepada Publiksatu.co, Senin (12/4/2021).

Peliput: Agusrin

COVID BUSEL