PUBLIKSATU, BAUBAU – La Ifi, kakek tua dan buta, warga Kelurahan Nganganaumala, Kecamatan Batupoaro butuh uluran tangan. Ia sedang dirundung masalah, rumah yang sudah puluhan tahun ia tempati bakal digusur.

Berdasarkan surat putusan Pengadilan Negeri Baubau dalam perkara perdata Nomor 08/Pdt.G/2009/PN.BB Herlina Kel Nganganaumala Kec Batupoaro, Sdr Fia Kel Nganganaumala Kec Batupoaro dan La Ifi Kel Nganganaumala Kec Batupoaro. Ketiganya harus mengosongkan rumah tersebut sehubung akan dilakukan eksekusi.

La Ifi kakek tua buta dan hidup sebatangkara tersebut harus pasrah dan tak bisa berbuat apa-apa. Ironisnya, ia kini tidak tahu harus tinggal di mana.

“Kita mau bilang apa lagi kalau sudah seperti itu keputusannya, saya pasrahkan saja namun hanya saja saya belum tahu setelah ini harus tinggal di mana, kan rumah saya cuma itu saja,” kata La Ifi ditemui di gubuk kecilnya, Rabu/3/3.

Berdasarkan pantauan Butonpos, rumah pondok kecil yang ditempati La Ifi (60) berukuran seluas 2×3 meter, kondisi di dalam rumah hanya terdapat satu ruangan. Artinya tak memiliki dapur, kamar mandi dan ruang kamar khusus.

Sementara diketahui La Ifi yang tak memiliki istri dan anak tersebut mengalami buta sejak kecil. Sebelum mengalami buta, awalnya mengalami cacar di bagian mata.

“Menurut cerita dari orang tua yang merawat saya dari kecil sebelum saya mengalami buta awalnya mengalami sakit cacar, nah sementara ketika saya mulai belajar berjalan maka dari situ sudah mulai mengalami buta,” tuturnya.

Walaupun sudah berusia tua dengan kondisi buta, La Ifi tetap berupaya menghidupi dirinya sehari-hari dengan membuka jasa pijat. Dikatakan sebelumnya dikenal aktivitas keseharian sebagai seorang nelayan meskipun dalam kondisi tidak melihat.

“Sebelumnya sering saya sebagai seorang nelayan hanya karena sudah usia juga maka sekarang sudah tidak lagi ke laut. Adapun menerima jasa pijat ini saya jalani selama 10 tahun sampai sekarang, jadi untuk menghidupi sehari-hari dari hasil pijat biasa kalau dipanggil,” ungkapnya.

Atas masalah yang dialami La Ifi, sebagian warga mencoba mencarikan solusi. Salah satu tetangga yang enggan disebutkan namanya berencana menyediakan lahan tempat tinggal di Lingkungan Kanakea, Kelurahan Nganganaumala letaknya di sekitaran Masjid Syek Abdul Wahid Kanakea.

“Lahan yang sudah kami sediakan ini untuk tempat tinggal La Ifi. Kenapa kita pilih di sekitar masjid berhubung La Ifi sebagai tukang azan di masjid Al Wahid, hanya saja sekarang problemnya dana untuk membeli lokasinya,” katanya. (p5)

COVID BUSEL