PUBLIKSATU, BUSEL – Jagat maya digegerkan dengan kabar pernikahan yang akan dilangsungkan oleh anak yang masih di bawah umur. Kedua pasangan tersebut yakni MG (14) yang merupakan seorang pria dan akan mempersunting wanita idamannya yang juga masih di bawah umur yakni FNA (16). Keduanya sama-sama masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang beralamat di Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.

Informasi ini terungkap setelah di posting di Sosial Media Facebook oleh akun resmi Kantor Urusan Agama (KUA) Batauga di berandanya. Informasi yang diunggah pada, Selasa (02/03/2021) itu ramai menjadi perbincangan warganet. Diketahui, MG masih duduk di bangku kelas tujuh SMP dan calon mempelai wanita FNA masih duduk di bangku kelas sembilan di sekolah yang sama.

Saat ditemui di ruangannya, Rabu (03/03/2021) , Kepala KUA Batauga, Samsuridi S.Ag membenarkan informasi mengenai pernikahan di bawah umur tersebut. Menurutnya, sebelumnya pihaknya telah melakukan penolakan kepada permohonan tersebut, namun keduanya telah mengikuti sidang Dispensasi di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Buton sehingga keduanya akan tetap melanjutkan prosesi pernikahan pada waktu yang sudah ditentukan.

“Jadi kedua calon mempelai ini datang ke Balai Nikah pada 08 Februari lalu, namun karena tidak sesuai usia standar pernikahan, maka kami adakan penolakan. Namun pada tanggal 23 mereka mendapat sidang dispensasi dari Pengadilan Agama Kabupaten Buton,” ungkapnya.

Setelah mendapat putusan sidang dispensasi, kemudian pada tanggal 26 keduanya kembali ke Kantor Balai Nikah untuk melakukan permohonan ulang dengan membawa hasil putusan pengadilan dan menyampaikan informasi bahwa acara pernikahannya akan dilangsungkan pada tanggal 06 Maret 2021 mendatang.

“Iyah Insyaallah akan menikah karena sudah memenuhi syarat dari pengadilan dan kedua mempelai akan dinikahkan langsung oleh orang tuanya. Karena putusan Pengadilan Agama sudah mengabulkan permohonan kedua calon mempelai,” pungkasnya.

Sementara itu, A (inisial) yang merupakan paman calon mempelai wanita, saat ditemui di kediaman pengantin juga membenarkan informasi tersebut. Ia mengungkapkan pernikahan yang akan dilakukan kemanakannya tersebut sudah merupakan putusan dari kedua calon mempelai dan telah disepakati oleh keluarga kedua belah pihak.

Ia mengungkapkan rencana pernikahan tersebut dilangsungkan untuk menghindari perbuatan dosa dari keduanya. Apa lagi keduanya sudah memiliki kedekatan sejak awal.

“Berawal dari niat baik yang berasal dari kedua calon mempelai ini yang Alhamdulillah mereka saling mencintai dan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, maka dari itu kami keluarga bersepakat untuk menikahkan keduanya dengan maksud dan harapan semoga mereka akan lebih baik lagi di hari-hari yang akan datang,” jelasnya.

Paman dari mempelai wanita juga menjelaskan viralnya informasi pernihakan usia dini yang akan dilangsungkan oleh keluarganya ini sudah ia prediksi sejak awal. Bahkan dia sudah prediksi akan ada persepsi buruk dari masyarakat.

Namun ia menjelaskan pernikahan yang akan dilangsungkan ini bukanlah aib, melainkan niat baik untuk keluarga menghindari perbuatan yang tidak diinginkan. (*)

COVID BUSEL