PANDEMI Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia ikut berdampak pada perekonomian masyarakat. Untuk itu setiap masyarakat dan pemerintah harus bersinergi untuk kembali membangkitkan ekonomi pasca pandemi.

Menjawab kehidupan yang semakin sulit. Apalagi di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Desa (Pemdes) Lampanairi, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, terus berusaha menghidupkan ekonomi kreatif masyarakatnya. Dengan dana desa (DD) Tahun Anggaran 2020, Pemdes Lamapanairi menciptakan lapangan kerja dengan memproduksi ubi kayu menjadi tepung Mocaf.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Pemdes untuk memproduksi tepung Mocaf ini yaitu dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan melakukan kolaborasi dengan masyarakat setempat. Di mana sebagian besar masyarakat setempat melakukan perkebunan ubi kayu.

Kolaborasi yang dimaksud yaitu masyarakat cukup menyiapkan hasil tanamannya, dan perangkat desa akan membeli hasil tanaman tersebut untuk di molah menjadi tepung Mocaf.

Ditemui didesanya, La Ode Syarifudin yang merupakan Kepala Desa Lampanairi menjelaskan bahwa peningkatan ekonomi kreatif ini merupakan jawaban dari setiap tantangan yang menerpa masyarakat.

Terbukti, usia produksi Mocaf baru seumur jagung, namun pemasaran dari tepung Mocaf ini sudah menjelajah nusantara. Mulai dari Kalimantan, Maluku hingga Papua. Ini dapat menunjukan bahwa pandemi bukanlah sebuah penghalang untuk mendapatkan penghasilan.

“Jadi pemasaran dari tepung Mocaf ini sudah jelajahi nusantara, diantarnya di daerah Kalimantan, Maluku hingga Papua dan ditargetkan akan menejelajahi seluruh nusantara dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia,” jelasnya.

Tak hanya tepung Mocaf saja yang diproduksi, pemerintah desa juga memproduksi aneka jajanan yang berbahan dasar tepung Mocaf sehigga dapat menyerap tenaga kerja bagi masyarakat sekitar. Aneka jajan tersebut biasa dijadikan cemilan.

Dengan adanya intruksi pemerintah untuk bekerja dari rumah, maka harusnya kebijakan tersebut dapat membantu masyarakat untuk menumbuhkan jiwa kreatifnya, barangkali tepung Mocaf ini bisa diolah menjadi produk yang bisa meningkatkan suatu perekonomian rumah tangga.

Terbutkti dengan berkembangnya produksi tepung Mocaf saat ini di desa tersebut dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat dan di wilayah sekitarnya, dan juga mempermudah para petani ubi kayu dalam memasarkan hasil kebunnya dengan cepat.

Penulis : Asnianti, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

COVID BUSEL