Catatan: Irwansyah Amunu

BUPATI Buton Tengah (Buteng), H Samahuddin terus membangun. Bukan hanya menyentuh infrastruktur, dia juga memperbaiki pelaku usaha di bidang pertanian, dengan mendistribusikan kartu tani.

Tidak tanggung-tanggung, kesempatan pertama, tahun ini jumlah kartu tani yang dibagikan sebanyak 854 kartu. Menurut saya, jumlah tersebut tergolong besar karena berdasarkan data, Buteng punya 6.600 petani.

Secara geografis, Buteng adalah daerah maritim dan perdagangan. Dengan demikian masyarakatnya lebih banyak melakoni usaha sebagai nelayan dan pedagang.

Areal pertanian Buteng memang terbatas. Itulah yang menyebabkan jumlah petaninya lebih sedikit.

Sedikit bukan berarti tak dilirik. Terbukti Samahuddin mampu melakukan ikhtiar mendistribusikan kartu tani kepada petaninya.

Dia terus berupaya memberdayakan petani di daerahnya dengan mendapatkan program dan bantuan dari Kementerian Pertanian. Salah satunya, kartu tani berbentuk ATM, senilai Rp 10 juta.

Saldonya tidak bisa ditarik dalam bentuk uang. Namun bisa dipakai untuk transaksi pembelian pupuk. “Tinggal gesek, maka pupuk pun bisa terbeli di toko tani,” tukas Samahuddin.

Kegunaan lain, pemilik kartu mendapatkan fasilitas diskon saat pembelian pupuk. Bila harga pupuk Rp 400 ribu per karung, bisa mendapatkan potongan harga sampai Rp 90 ribu. Fantastis.

Kartu tani sangat membantu petani. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19. Sekecil apa pun bantuan, akan sangat berharga bagi masyarakat.

Suasana wabah sangat memukul pelaku usaha. Termasuk petani. Modal, dan pemasaran serba sulit. Sehingga kartu tani menjadi salah satu jawaban.

“Menjadi kesyukuran buat kita, karena tidak semua daerah mendapatkan kartu tani ini. Pemkab Buteng membantu mensubsidi penggunaan kartu ini agar petani bisa membeli produk pertanian seperti pupuk,” jelas Kadis Pertanian Kabupaten Buteng, Razudin.(Follow Instagram: @irwansyahamununews)

COVID BUSEL