PUBLIKSATU, BOLA – Pelatih Timnas U-19, Shin Tae-yong menerapkan aturan yang begitu ketat terhadap para pemainnya. Indisipliner merupakan hal yang utama untuk diperhatikan.

itu dibuktikan dengan dicoretnya dua pemain muda yakni Serdy Ephy Fano Boky (Bhayangkara FC) dan Mochamad Yudha Febrian (Barito Putera) dari training camp Tim Nasional U-19 yang berlangsung di Jakarta.

Serdy dan Yudha didepak karena dianggap melakukan pelanggaran disiplin yang tidak bisa ditoleransi.

“Dua pemain yakni Serdy dan Yudha telah melakukan tindakan indisipliner yang berat. Untuk itu, kami langsung memulangkan mereka,” kata pelatih Timnas U-19 asal Korea Selatan Shin Tae-yong seperti dikutip situs resmi PSSI.

Namun Shin Tae-yong tidak menjelaskan, pelanggaran berat jenis apa yang dilakukan oleh Serdy dan Yudha.

Sumber JawaPos.com di internal PSSI mengatakan bahwa Yudha dan Serdy dicoret karena mereka terlambat mengikuti latihan fisik di hotel tempat timnas U-19 menginap. Serdy dan Yudha mengaku telat bangun. Kejadiannya berlangsung kemarin pagi (23/11).

Serdy Ephy Fano Boky dari tim Bhayangkara FC. (Instagram/Serdy Ephy Fano)
Serdy dan Yudha terlambat datang ke gym selama 10 sampai 15 menit. Melihat itu, staf pelatih Indonesia menyuruh mereka untuk kembali ke kamar dan tidak usah ikut latihan.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada Shin Tae-yong yang berada di Korea Selatan. Mendengar itu, Shin Tae-yong memutuskan untuk mencoret dan memulangkan Serdy dan Yudha.

Keputusan itu diambil dengan cepat. Saat makan siang, Serdy dan Yudha sudah tidak berada dalam timnas U-19. Mereka juga sudah tidak mengikuti latihan sore yang berlangsung di Lapangan D, GBK, Senayan, Jakarta. “Telat ya tetap telat. Sudah tidak bisa dimaafkan. Apalagi bagi Serdy ini yang kedua kalinya,” ucap sumber JawaPos.com.

“Pelatih ingin melihat komitmen dan tanggung jawab pribadi masing-masing. Mereka kan ada alarm dan lain-lain. Tim bisa saja bangunin, tetapi ya tidak kami lakukan agar mereka bisa belajar. Mereka pemain muda, harus belajar untuk berkomitmen,” lanjut sumber JawaPos.com yang lainnya.

Bagi Serdy, ini memang kajadian kedua. Sebelumnya, karena kasus telat bangun ini, dia gagal berangkat untuk menjalani TC ke Kroasia.

Ketika itu, Serdy juga terlambat datang 10 menit ke tempat latihan yang berlangsung Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta. Selain, Serdy, Ahmad Afhridrizal dari Vamos Indonesia juga didepak dari skuad yang hendak berangkat ke Eropa. Padahal, keduanya sudah memegang tiket keberangkatan.

Shin Tae-yong, menurut sumber JawaPos.com memang sangat keras dan disiplin dalam menerapkan aturan. Tidak ada toleransi untuk pemain yang terlambat mengikuti jadwal tim. Bahkan, Shin Tae-yong akan menjatuhkan denda kepada pemain yang telat untuk makan bersama.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengaku mendukung penuh langkah pencoretan yang dilakukan Shin Tae-yong. “Tidak ada tempat di timnas U-19 bagi pemain yang melakukan indisipliner,” kata Iriawan seperti dikutip dari situs PSSI.

Iriawan meminta para pemain timnas U-19 untuk selalu serius berlatih karena kegiatan mereka dibiayai lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Uang yang digunakan ini dari rakyat. Jadi seluruh pemain harus serius. Jangan main-main. Kalau main-main pasti dicoret, contohnya yang menimpa dua pemain tersebut,” ucap Iwan Bule, panggilan Iriawan.

TC Timnas U-19 ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi dua ajang besar. Pertama adalah Piala AFC U-19 2020 di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.

Sementara itu, asisten pelatih tim nasional U-19 Nova Arianto mengatakan Serdy dan Yudha dicoret dari pemusatan latihan karena berkali-kali membuat kesalahan.

“Mereka terlambat latihan Senin pagi, tidak melakukan timbang badan pada pagi hari dan baru kembali ke hotel sekitar pukul 03.00 WIB,” kata Nova seperti dikutip dari Antara.

Nova menambahkan sikap Serdy dan Yudha membuat kecewa tim pelatih timnas U-19. Mereka menilai, Serdy dan Yudha tak menunjukkan tanggung jawab sebagai pemain timnas U-19 yang seluruh aktivitasnya dibiayai oleh negara.

“Timnas seperti dibuat main-main padahal mereka dibiayai uang rakyat. Banyak pemain yang ingin bermain di timnas, tetapi yang sudah di timnas malah seenaknya sendiri,” ucap Nova.

Oleh sebab itu, Nova meminta kepada pasukannya yang masih bertahan di skuad agar terus menunjukkan sikap yang baik. Baik di dalam lapangan maupun luar lapangan. (*)