PUBLIKSATU, BUTON UTARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buton Utara (Butur) telah menetapkan debat pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Butur periode 2021-2026, bergeser dari jadwal semula.

Awalnya 2 November, namun karena kendala kesiapan para finalis, moderator, dan penyelenggara akhirnya molor hingga tanggal 17 November 2020.

Demikian disampaikan Ketua KPU Butur, Hasruddin ketika ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Pria berkacamata itu, menyampaikan persiapan pelaksanaan menjelang debat Paslon bupati dan wakil bupati hingga saat ini. Para finalis dari dua perguruan tinggi, yakni Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dan Universitas Halu Oleo (UHO).

“Salman Satria, SH, L LM Samsul Anam SE ME CD. Kemudian dari UHO, Prof Dr H Igusti Raih Sagimantara MA GR, Dr Ida Usman S Si M Si, dan Prof Dr H Eka Suaib MSi,” kata Hasruddin.

Hasruddin mengatakan mereka yang sudah ditunjuk lembaganya masing-masing akan bekerja membuat soal-soal debat calon bupati dan wakil bupati Butur periode 2021-2026 sesuai petunjuk teknis dari KPU RI. Adapun materinya mengenai seputar visi misi Paslon terkait pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. “Seputar penanganan wabah Covid-19, narkoba dan wawasan umum lainnya,” ungkapnya.

Selanjutnya, KPU Butur akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak LO (Liaison Officer), KPU Provinsi Sultra, TVRI Kendari sebagai penyelenggara penyiaran. Untuk membahas dan menetapkan waktu dan tanggal pelaksanaan debat calon bupati dan wakil bupati Butur. “Ada dua pilihan tempat, Islamic Center dan Aula Bappeda,” kata Hasruddin.

Hasruddin juga menjelaskan mengapa pelaksanaan debat molor hingga mendekati pemilihan bupati dan wakil bupati. Agar masyarakat masih mengingat visi misi Paslon bupati dan wakil bupati, yang disampaikan pada saat debat calon. “Pekan ini, kami akan kembali melakukan rapat koordinasi untuk memantapkan pelaksanaan debat,” katanya.

Dia juga menampik anggapan molornya debat dari tanggal 2 hingga bergeser 17 November mendatang. “Sebenarnya bukan molor, karena belum menetapkan. Hanya KPU Provinsi memberi tengang waktu kepada KPU Kabupaten Kota untuk merencanakan. Rencana awal itu memang akan dilaksanakan tanggal 2 November, hanya karena persiapan begitu terutama mengenai finalis, memang dari UHO jauh-jauh sudah memberikan finalis, tapi kan kami butuh lima finalis,” ungkap Hasruddin.

Kemudian surat penunjukan dari UMK, lanjut Hasruddin, baru dua hari di keluarkan. Sehingga dengan surat keputusan yang di keluarkan pihak KPU Butur, para finalis punya legalitas dalam bekerja. (mus)

COVID BUSEL