PUBLIKSATU, KOLAKA – Kericuhan kembali mewarnai aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa dan alumni fakultas teknik USN Kolaka yang menentang penggunaan jalan umum untuk hauling tambang.

Kali ini kericuhan melibatkan seratusan pengunjukrasa dengan puluhan orang tidak dikenal di depan kantor bupati Kolaka, Rabu siang (14/10/2020).

Keributan terjadi usai dialog antara perwakilan pengunjukrasa dengan Bupati Kolaka Ahmad Safei di aula SMS-Berjaya, lantai dua kantor bupati.

Puluhan orang tidak dikenal yang terlihat membawa kayu dan potongan besi tersebut sempat mengejar para pengunjukrasa.

Melihat kondisi yang tidak terkendali, puluhan personil polisi langsung bergerak guna memukul mundur puluhan orang tidak dikenal itu, sekaligus memblokade jarak antar kedua massa untuk menghindari bentrokan.

Sebelum saling kejar berlangsung di jalanan, keributan sempat terjadi di ruang SMS-Berjaya saat Bupati Ahmad Safei hendak meninggalkan ruangan tempat berlangsungnya dialog.

Ketika itu, salah seorang perwakilan pegunjukrasa yang merasa kecewa dengan penjelasan bupati, tiba-tiba memukul meja dan mengeluarkan kalimat bernada provokatif.

Keributan akhirnya pecah hingga di luar ruangan tempat pertemuan. Hal itu kemudian memancing emosi pengunjukrasa lainnya yang masih berorasi di depan kantor bupati.

Namun belum lagi melupakan kemarahan mereka atas hasil dialog, puluhan orang tidak dikenal tiba-tiba muncul dari arah DPRD dan mengejar para pengunjukrasa.

Setelah suasana tenang, para pengunjukrasa kembali menggelar orasi di depan kantor bupati.

Sementara puluhan orang tidak dikenal yang sebelumnya mengejar mahasiswa kembali terkonsentrasi di pelataran kantor DPRD.

Unjuk rasa gabungan mahasiswa dan alumni fakultas teknik USN Kolaka yang menentang penggunaan jalan umum untuk aktivitas hauling (pengangkutan material tambang) kali ini adalah yang ke-8 kalinya digelar.

Dalam tuntutannya kepada Bupati mereka meminta pemberhentian Dirut PD Aneka Usaha/Perusda Kolaka Armansyah.

Sementara kepada Balai Penyelenggaraan Jalan Negara (BPJN) mereka meminta penghentian aktivitas hauling di atas jalan nasional oleh PD Aneka Usaha.(publiksatu)

COVID BUSEL