PUBLIKSATU, BUTON UTARA – Mantan Bupati Buton Utara (Butur) periode 2010-2015, Ridwan Zakaria kembali bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020-2025. Pemegang nomor urut satu setelah pencabutan nomor urut yang diselenggarakan KPU Butur di Gedung Islamic Center, kemarin.

“Assalamu alaikum pak?, Iya bagaimana kabar Buton Pos?, Alhamdulillah baik pak….!! Bagaimana Bapak memaknai angkah nomor satu? Semua angkah atau nomor sama saja, tergantung nasib dan takdir Allah yang menentukan. Nomor hanya sebatas untuk memastikan bahwa saya (Ridwan, red) pemegang angkah ini, agar ketika pada saat pemilihan atau ketika kampaye masyarakat mengenal calon dengan nomor urut yang kita pegang saat ini. Jadi tidak ada yang istimewa,” begitu percakapan antara Ridwan dengan kru koran ini, kemarin usai pencabutan nomor urut dan konvoi keliling di Kota Ereke.

Selaku mantan bupati, Ridwan Zakaria menilai proses pelaksanaan pembangunan selama periode ini masih terkesan lambat. Jika masyarakat memberikan kepercayaan dan kesempatan kedua kalinya, maka akan melihat mana yang bakal dilanjutkan dan mana yang tidak akan dilanjutkan lagi.
“Kalau saya terpilih kembali, maka pembangunan yang sudah dikerjakan bupati sebelumnya akan saya lanjutkan. Tentu tetap mengacu pada skalah prioritas dan kebutuhan masyarakat, yang dipadukan dengan visi misi saya kedepan,” katanya.

Politisi PAN ini mengaku, seandainya masyarakat Butur memberikan kesempatan dan kepercayaan untuk memimpin Butur kembali. Maka perioritas pembangunan yang akan dilakukannya adalah infrastruktur jalan di dalam Kota Ereke dan luar Kota Ereke. “Misalnya jalan penghubung dari Labuan ke Ereke, itu kan hancur total. Ini akan menjadi perhatian saya, tanpa melupakan jalan dalam Kota Ereke,” kata Ridwan.

Kedua, kata Suami ibu Marni Ridwan Zakaria ini, peningkatan pembangunan pendapatan ekonomi masyarakat. Dimana pemerintah daerah harus membuka peluang agar investor biasa masuk untuk membuka lapangan usaha.
“Misalnya membuka perkebunan tebu, dan sumber daya alam lainnya yang masih banyak untuk dimaksimalkan pengelolaannya. Agar masyarakat kita tidak lagi keluar daerah mencari pekerjaan seperti sekarang, tapi masyarakat bekerja di daerahnya sendiri. Coba bayangkan, berapa tenaga kerja yang terserap jika perusahaan tebu masuk? Ribuan itu pak?” ungkapnya dengan penuh optimis.

Selanjutnya, Ridwan Zakaria juga bakal memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang sementara menempuh pendidikan. Mengingat di masa pemerintahannya yang lalu, sudah pernah memberikan biaya pendidikan bagi putra dan putri Butur yang lagi menempuh pendidikan di salah satu universitas di Malang.

“Jadi di masa saya (Ridwan, red) sudah ada beberapa mahasiswa yang kami bantu dulu, hanya saya lupa berapa jumlahnya. Kedepan akan kita alokasikan anggaran lebih besar lagi,” katanya.

Sementara di bidang pertanian, akan menjadi prioritas ketiga dalam upaya meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Mengingat potensi Sumber Daya Alam (SDA) Buton Utara masih menyimpan banyak potensi, utamanya pertanian lokal.

“Persawahan dan perkebunan akan kita tingkatkan dalam bentuk pemberian pupuk. Semua bakal kita optimalkan sehingga petani kita bisa meningkat hasilnya dan pendapatannya akan lebih baik,” jelas Ridwan.

Olehnya itu, Ridwan berharap dan menghimbau masyarakat Butur, agar dalam Pilkada ini benar-benar menjadikan pesta Demokrasi yang berkualitas. “Datang dan berikan suara dan pilihanmu sesuai dengan hati dan penilaian yang obyektif bahwa nomor urut satu adalah pilihan tepat dan pas untuk membangun masyarakat Butur selama lima tahun kedepan. Bukan berdasarkan pilihan irasional, tapi pilihan rasional,” ungkapnya. (publiksatu)

COVID BUSEL