PUBLIKSATU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Buton menggelar rapat paripurna dalam rangka persetujuan penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Kabupaten Buton tahun anggaran 2020.Rapat paripurna dilaksanakan di kantor DPRD setempat, Senin (14/9/2020).

Dalam kesempatan itu, Bupati Buton, La Bakry melalui Sekab, La Ode Zilfar Djafar menjelaskan momentum penetapan ini merupakan muara dari perjalanan panjang dalam penyusunan perubahan APBD Tahun Anggaran 2020.

Hal ini tentunya melalui dinamika yang cukup menyita waktu dan pikiran bersama sehingga dapat mewujudkan apa yang diharapkan bersama.

:Tentunya hal ini tidak terlepas dari peran dari Dewan Yang Terhormat, melalui pandangan akhir Fraksi yang kita telah dengar bersama beberapa saat yang lalu,” ujar dia dalam pidatonya.

Lanjut, menurutnya penyusunan raparda ini tentunya banyak masukan Dewan yang terhormat merupakan masukan yang konstruktif dan memperkaya nuansa dalam penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 ini.

“Masukan terhadap Peningkatan Pendapatan Daerah, belanja daerah dan berbagai masukan yang keras, tajam dan kritis namun masih dalam koridor kesantunan dalam melihat majunya pembangunan di daerah yang kita cintai ini,”ujarnya

“Sehingga semua proses dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan Tentunya hal ini perlu diapresiasi sebagai wujud kebersamaan dalam keberagaman, Persatuan dalam perbedaan dalam bingkai semboyan leluhur kita Bolimo Karo Somanomo Lipu,” imbuhnya.

Kata dia Semboyan itulah yang menjadi spirit bersama sehingga semua tahapan dapat dilalui tanpa hambatan yang berarti. “Dan Saya berharap kedepan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” harapnya.

Lebih lanjut, Sekab menambahkan dengan ditetapkannya Rancangan Peraturan Daerah ini menjadi Peraturan Daerah maka alas hukum pelaksanaan Pembangunan telah ada.

“Namun kita perlu kita sadari bersama bahwa penggunaan anggaran yang baik harus mempertimbangkan asas efisiensi dan efektifitas. Disamping itu diharapkan bahwa ditengah Pandemi Covid-19 segala aktivitas tetap harus berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan,” harapnya.

“Aktivitas ekonomi juga harus jalan, daya beli masyarakat juga harus meningkat agar perputaran ekonomi pada semua sektor dapat berjalan Didepan kita resesi ekonomi dunia bisa saja berdampak pada Negara kita,” tambahnya.

Lanjut, ia menjelaskan hal itu tentunya dapat berimbas bagi masyarakat, Untuk itu segeralah bekerja dengan etos kerja yang tinggi, bijaklah dalam menggunakan anggaran, tingkatkan daya serap anggaran, tingkatkan daya beli dan tingkatkan hasil yang ingin dicapai agar berguna bagi masyarakat dalam koridor hukum yang berlaku.

Sementara itu, Ketua DPRD Buton Hariasi Salad menjelaskan berdasarkan acuan, usulan perubahan anggaran sebanyak Rp 31 Miliar. Meski begitu, acuan anggaran perubahan tersebut masi akan dibahas di Provinsi.

Nantinya hasil dari revisi itu, pihak DPRD dan Pemkab kemudian membahasnya lagi.

“Kemarin yang masuk acuannya itukan 31 Miliar. Tapi setelah itu dibahas dalam rapat KUA PPAS maka hasil revisi dari provinsi nanti dilihat lagi. Apa kah pergeserannya dimana-dimana kemudian nanti di rapatkan antar pihak eksekutif dengan DPRD,” ujar dia kepada sejumlah wartawan di lobi kantor DPRD Buton usai rapat, Senin (14/9/2020).

Lanjut, Ketua menjelaskan secara umum untuk pembangunan infrastruktur dalam perubahan itu agak sedikit berkurang. Hal itu disebabkan jangka waktu APBD Perubahan sangat terbatas.

“Secara umum semua untuk di pembangunan infrastruktur memang agak berkurang untuk di fisik karena mengingat dengan jangka waktu, maka banyak kegiatan-kegiatan akan dipilah kembali mana yang diprioritaskan mana yang tidak,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Ia menjelaskan diperubahan anggaran ini, yang menjadi skala prioritas ada di dinas pertanian dan dinas pemuda dan olahraga.

Alasannya, dinas pemuda dan olahraga, untuk persiapan Pemkab Buton menghadapi tuan rumah Porprov Sultra tahun 2022 mendatang.

“Skala prioritas, dinas pertanian sama dispora. Tentang kesiapan menjemput. Kesiapan kita dalam menghadapi porprov,” ujarnya.

“Sangat penting karena kita ditantang oleh provinsi tentang kesiapan kita. Karna kita di porprov ini memang kita sangat siap untuk kita menjadi tuan rumah ditahun 2022,” imbuhnya.

Peliput: Agusrin