PUBLIKSATU – Selama ini banyak yang beranggapan bahwa kaum muda relatif lebih kebal dari terinfeksi virus korona (Covid-19). Namun, pakar epideomologi Prof Ridwan Amiruddin mengemukakan sebaliknya. Menurutnya, kelompok muda lebih rentan terpapar korona, meski angka kesembuhannya juga tinggi.

“Jadi itu terkait dengan mobilitas kaum muda dalam beraktivitas, kerentanan tinggi tapi kesembuhannya juga tinggi,” katanya saat dikonfirmasi di Makassar, seperti dikutip dari Antara.

Hal itu terjadi, karena kaum muda memiliki mobilitas tinggi yang berarti tingkat aktifitas atau interaksinya dengan banyak orang juga dipastikan sangat tinggi. Sehingga risiko terpapar virus corona pun lebih besar.

Ketua Persatuan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) ini menyampaikan pula bahwa bagi masyarakat dengan umur di atas 51 tahun relatif paparan Covid-19 lebih rendah, tetapi kesembuhannya juga rendah. “Mereka sangat berisiko bila mereka memiliki comorbid atau penyakit penyerta seperti DM (Diabetes Mellitus) jantung dan hipertensi,” kata Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hassanudin (FKM Unhas), Makassar itu.

Hal senada telah disampaikan sebelumnya oleh Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo. Ia mengemukakan kelompok muda memiliki tingkat terpapar Covid-19 yang lebih tinggi meski resiko matinya rendah. Hal itu ia disampaikan saat mengunjungi Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel di Balai Manunggal, Ahad.

“Kelompok masyarakat yang mobilitas tinggi harus hati-hati. Ketika kembali ke rumah harus liat keluarga di rumah, jangan sampai ada keluarga di rumah yang memiliki komorbit (penyakit penyerta) karena ini akibatnya fatal,” katanya. “Dengan kita mengetahui apa ancaman yang bisa membahayakan kita dan bisa tahu cara menyelamatkan diri, maka kita bisa melakukan kegiatan,” sambungnya.

Sama halnya dengan Prof Ridwan, Doni juga menyebutkan tiga jenis penyakit penyerta yang berisiko tinggi, yakni diabetes melitus, hipertensi dan jantung.

Selain itu, Doni mengemukakan agar masyarakat bisa lebih mengontrol tangan yang dianggap sebagai sumber besar penyebaran Covid-19 dimulai dari tangan. “Kita biasa tidak sadar menyentuh droplet penderita Covid-19, nah dari sana kita bisa terpapar dan bisa terinfeksi. Bisa jadi karena imunitas yang tidak bagus, maka bisa jadi sakit dan apabila kita punya komorbit maka di situ akan lebih fatal,” jelasnya.

Editor : Andre prasetio