PUBLIKSATU, BUTON – Kepolisian Resor Buton mengamankan seorang warga di Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan (Busel) yang diduga sebagai pemilik akuntabel Facebook, La Ode Safrudin. Pemilik akun tersebut diduga melakukan penghinaan kepada keluarga Ruslan Buton melalui postingannya di media sosial.

Polisi mengamankan terduga dikediamannya, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Kamis (4/6/2020).

“Sudah,” singkat Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Reda Irfanda saat dikonfirmasi Publiksatu.co, Jumat (5/6/2020).

Saat ini terduga diamankan di Mapolres Buton untuk dilakukan pendalaman. “Masih pendalaman dulu,” ujarnya lagi.

Seperti diberitakan media ini, merasa tersinggung dengan postingan netizen di salah satu Group Facebook, keluarga Ruslan Buton mengadukan Akun Facebook atas nama Laode Safrudin ke Polres Buton, Sulawesi Tenggara, Senin (01/06/2020).

Akun facebook tersebut dilaporkan karena diduga telah melakukan tindakan penghinaan kepada keluarga Ruslan Buton dan diduga dapat menimbulkan ujaran kebencian.

Saat melapor, Keluarga Ruslan Buton didampingi empat orang kuasa hukum, diantaranya, Anwar Tiha, SH, Imam Ridho Angga Yuwono SH, Adnan, SH, dan Amin Suyitno, SH.

Salah satu Kuasa Hukum dari keluarga Ruslan Buton, Imam Ridho Angga Yuwono mengatakan, akun facebook atas nama Laode Safrudin telah membuat status di salah satu group Facebook di Laporan Warga Baubau yang menyinggung perasaan keluarga Ruslan Buton, sehingga ia diadukan ke Kepolisian setempat di Polres Buton.

“Kata-katanya telah menyinggung perasaan keluarga, jadi salah satu keluarga kemudian mengadukan Akun Facebook tersebut,” kata Angga saat dihubungi media ini, Selasa (02/06/2020).

Adapun salah satu alat bukti yang dilampirkan dalam aduan tersebut lanjut Angga (sapaan akrab Imam Ridho Angga Yuwono) yaitu screnshot status yang diunggah oleh akun facebook atas nama Laode Safrudin di media social Facebook.

“Alat bukti yang kita lampirkan yaitu screenshot di group FB itu dan komentar-komentar, dan sekarang kita tinggal menunggu dari Kepolisian,” tambahnya.

Angga berharap, dengan adanya kasus tersebut, pengguna media sosial bisa lebih bijak lagi sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Harapan kami, setelah adanya aduan ini diharapkan pengguna media sosial semakin bijak, dan ini salah satu alasan kami membantu keluarga korban,” pungkasnya.

Peliput: Agusrin