PUBLIKSATU. JENEWA. World Health Organization (WHO) mengingatkan virus corona akan berlangsung panjang, bahkan mungkin tidak akan pernah hilang. Karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia itu menyerukan pentingnya upaya masif dalam menanggulangi pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19).

“Virus ini mungkin hanya menjadi sebuah virus endemik lain dalam komunitas kita, dan virus ini tidak akan pernah hilang,” ujar Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO Michael J Ryan dalam briefing Jenewa, Swiss, Rabu (13/5).

Lembaga internasional yang bermarkas di Jenewa, Swis itu menganggap virus corona yang memicu COVID-19 berpotensi menjadi endemik sebagaimana human immunodeficiency virus (HIV).

Ahli epidemiologi itu mengatakan, sangat penting untuk bersikap realistis. Menurutnya, tak ada seorang pun yang bisa memprediksi kapan penyakit itu berlalu.

“Tidak ada janji-janji dalam hal ini dan tidak ada tanggal. Penyakit ini mungkin bertahan lama, mungkin juga tidak,” sambungnya.

Namun, Ryan meyakini wabah itu bakal bisa dikendalikan, meski hal tersebut membutuhkan upaya besar. Hanya saja, pakar kesehatan masyarakat asal Irlandia itu juga menekankan pentingnya kontrol yang sangat signifikan dalam rangka menurunkan risiko baik di tingkat nasional, regional dan global.

Memang saat ini sudah lebih dari 100 vaksin yang telah dikembangkan. Namun, para ahli masih kesulitan menemukan vaksin yang efektif untuk melawan virus corona.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menambahkan, kunci keberhasilan mengatasi pandemi itu pada semua orang. “Ini menjadi urusan siapa saja dan kita semua harus berkontribusi menghentikan pandemi ini,” katanya.

Sementara Uni Eropa telah mendorong pembukaan perbatasan yang sempat ditutup gara-gara pandemi COVID-19. Perserikatan dengan anggota 27 negara Eropa itu beranggapan bahwa belum terlambat untuk menyelamatkan wisata musim panas dengan menjaga orang-orang tetap aman.

Namun, ahli epidemiologi WHO Maria van Kerkhove menyatakan bahwa upaya menanggulangi pandemi COVID-19 masih membutuhkan waktu. “Kita harus masuk ke dalam pola pikir bahwa untuk keluar dari pandemi ini membutuhkan waktu,” katanya.(REUTERS/ara/jpnn)