PUBLIKSATU – Perekonomian pada sektor pariwisata di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara ikut terimbas akibat pandemi virus corona (COVID-19). Hal ini dampak dari aktvitas pelancong yang mulai berkurang.

Jadinya pelaku usaha di tempat wisata kekurangan pendapatan akibat kurangnya pesanan. Misalnya saja, pedagang maupun rental. Mirisnya, aktivitas penjaga palang dan pemandu wisata pun terhenti total.

“Kalau pelaku usaha yang lain, seperti pembuat souvenir, pengelola warung itu dalam laporan kami, pesanan itu sangat menurun,” ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, Rusdi Nudi saat ditemui Publiksatu.co diruang kerjanya, gedung B, lantai 2, kompleks perkantoran pemkab Buton, belum lama ini.

“Sama kita pemandu wisata kita laporkan tidak ada lagi orderan pembantu. Jadi pemandu wisata di hutan Lambusango,” imbuhnya.

Ia berharap para pelaku usaha di sektor pariwisata ini sekiranya juga mendapatkan stimulus. “Kami berharap mendapat stimulus juga dari pemerintah pusat,” harapnya.

Meski begitu, kata dia, pihaknya telah melaporkan hal ini kepada pemerintah pusat. “Kalau pelaku pariwisata kita sejak tanggal 1 kita terima surat itu dari Kementerian Pariwisata RI. Jadi kita tanggal 2 disuruh mendata pelaku usaha dan ekonomi kreatif dan kita sudah laporkan itu data-datanya. Tapi kita kan masi kecil,” ujarnya.

Peliput: Agusrin

Editor: Kasim

COVID BUSEL