PUBLIKSATU, BOMBANA – Satu lagi terobosan baru bagi satuan gugus tugas covid-19 dalam antisipasi penyebaran virus Corona masuk di wilayah Kabupaten Bombana. Menyiapkan aplikasi khusus, sehingga warga yang keluar maupun masuk di wilayah itu dengan mudah terpantau.

Juru bicara Covid 19 Kabupaten Bombana Heryanto mengatakan aplikasi online itu bukan cuma menampilkan monitoring pengawasan, tapi kinerja satgas mulai dari tingkat dusun hingga posko induk kabupaten dapat terakses secara update.

“Manfaat aplikasi ini, pertama tentu untuk saluran atau kanal informasi publik terkait Covid 19 secara cepat dan update. Kedua, untuk mempermudah satgas dalam menjalankan tugas, mulai satgas tingkat dusun, tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga posko induk. Ketiga, akan mempermudah tim medis dalam melakukan tindakan atau pemantauan kesehatan warga,” ujar Heryanto saat konferensi pers Jumat (10/4/2020) di posko induk satgas kabupaten Bombana.

Heryanto mencontohkan kinerja sistem penjagaan pos di pintu masuk Kabupaten Bombana. Tempatkan delapan personil terdiri dari Polisi, TNI, Pol PP, Dinas Perhubungan serta tenaga medis. Sehingga disana, sambung Heryanto ada yang memeriksa suhu tubuh, ada yang sosialisasi, membagikan masker hingga ada yang mencatat untuk dilaporkan ke aplikasi.

“Semua aktifitas itu, dapat dipantau dalam aplikasi layanan informasi Covid 19 yang kami luncurkan ini. Jadi, jika ada yang warga masuk atau keluar, atau ada yang memiliki gejala dan sebagainya, laporan itu masuk ke aplikasi. Membuat semua ikut mengetahui. Informasi ini akan mempermudah satgas semua tingkatan untuk siaga. Begitu juga dengan tim medis untuk survelen (mengawasi) atau ambil tindakan,” beber Heryanto

Tidak cuma laporan untuk warga yang masuk dan keluar. Tapi aplikasi itu kata Ketua PPNI Sultra itu, terkoneksi pula dengan pantauan harga sembako di pasar.

“Publik bisa mengakses aplikasi ini. Dengan mengklik covid19.bombanakab.go.id. semua terpampang jelas disitu. Termasuk harga sembako, himbauan, hingga laporan kinerja tim satgas tiap tingkatan ada disitu,” jelas Heryanto.

Terkait titik-titik penjagaan pintu masuk ke wilayah Bombana, mantan anggota DPRD Bombana menyebut sepuluh pintu masuk bakal dikawal ketat. Antara lain, di Kecamatan Lantari Jaya, tepatnya di Gerbang Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai untuk memantau warga dari Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan.

Gerbang masuk di Desa Toari, Poleang Barat untuk warga drai arah dari Kabupaten Kolaka. Lalu pelabuhan Boepinang kecamatan Poleang, Pelabuhan di Kecamatan Poleang Timur, Pelabuhan Kasipute, serta Pelabuhan Feri di Rumbia Tengah.

Selanjutnya, Pelabuhan feri di wilayah Kecamatan Kabaena Timur, Pelabuhan Kecamatan Kabaena Selatan di Batuawu, Pelabuhan Kecamatan Kabaena Barat di Sikeli, serta Pelabuhan Pising di Kecamatan Kabaena Utara. ” Dua wilayah darat dan 10 pintu laut akan dijaga ketat,” tukas Heryanto. (Dar)