PUBLIKSATU, BUTON – Angka Kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Buton, yakni Kabupaten Buton dan Buton Selatan, Sulawesi Tenggara masih didominasi anak di bawah umur.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Buton, Iptu Syahrul mengungkapkan kasus kecelakaan di wilayah hukumnya sekira 50 persen melibatkan anak-anak.

“Ini yang kita, memang kebanyakan kecelakaan di Kabupaten Buton ini kebanyakan anak di bawah umur. Di Batauga kemarin anak di bawah umur,”ujar dia kepada wartawan belum lama ini.

Syahrul menduga banyak kecelakaan anak dibawa umur di wilayah hukumnya disebabkan minimnya angkutan umum. Apa lagi anak dibawa umur ini merupakan anak sekolah.

Kata dia, jarak antara sekolah dan tempat tinggal murid menjadi pilihan anak untuk menggunakan kendaraan bermotor.

Untuk meminimalisir kecelakan ini, ia mengaku sejak dahulu telah merencanakan antar jemput anak sekolahan. Hanya saja, niat ini terlebih dahulu koordinasi bersama Bupati Buton, La Bakry.

“Sebenarnya kemarin itu sudah ada inisitif. Mobil ini kemarin itukan. Mogok. Saya perbaiki. Inisiatif sendiri. Saya pakai dana sendiri. Rencana, mobil ini saya mau jadikan jemput anak sekolah. Contohnya kaya di Warinta itu kasian, makanya saya mau koordinasi dulu sama Bupati. Maksudnya mobilnya kita,yang siapkan Bupati BBM-nya,” ujarnya.

“Ini selanya, Jadi anggota piket itu. Mencari pahalanya. Jemput anak sekolah. Tulis sekolahnya. Jemput dimana. Kalian tunggu di Halte mana?,” tambahnya. (Cro2)

COVID BUSEL