PUBLIKSATU, BUTON – Sejumlah jalur jalanan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara terkenal rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang terjal, berkelok dan licin.

Kapolres Buton, AKBP Andi Herman Sik, melalui Kasat Lantas, Iptu Syahrul menyebutkan sedikitnya terdapat tiga titik kawasan rawan kecelakaan yang tersebar di jalur Kabupaten Buton.

Titik rawan kecelakaan pertama berada di kawasan Kecamatan Kapontori, sementara sisanya di Desa Wakaokili dan kawasan Gunung Teletabis, Kecamatan Pasarwajo.

“Kapontori. Daerah Wakaokili, tempat kecelakaan istrinya Bupati, Di Teletabis,” ujar dia kepada wartawan di teras piket kantornya belum lama ini

Menurut dia, tingginya kecelakan di kawan jalur Kapontori disebabkan jalan berkelok dan licin. Jika tak pandai, bisa-bisa pengemudi hilang kendali.

Dikawasan ini, kecelakaan didominasi laka tunggul. Seperti halnya baru-baru ini, mobil fosu lintas Provinsi mengalami kecelakaan di jalur tersebut.

Syahrul menduga tingginya kecelakan di kawasan itu disebabkan faktor minimnya rambu-rambu lalu lintas. Selain itu, faktor lain juga disebabkan kasus supir kelelahan dan mengantuk.

“Jalur rawan kecelakaan, Kapontori. Itu saya sudah usulkan ke dinas PU. Di daerah penurunan Kapontori itu bikinkan getar. Saya sudah usulkan beberapa kali. Kalau dulu Polisi tidur. Kalau sekarang jalan getar,” ujarnya.

“Manfaatnya, kan itu di Kapuntori itu penurunan panjang. Kalau kita lepas remnya. Tunggu orang naik. Tidak bisa rem, licin. Kalau ada jalan getar. Manfaatnya kalau kita ngantuk mengingatkan,” sambungnya. (Mo1)

COVID BUSEL