PUBLIKSATU, Korea Utara mulai dibidik para traveler dunia sebagai salah satu destinasi wisata. Selama ini, publik hanya mengenal Pyongyang sebagai kota terbesar dan ibu kota paling terkenal di Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK) atau Korea Utara. Namun, negara tersebut ternyata memiliki kota wisata yang sangat indah lainnya.

Adalah Wonsan-Kalma, destinasi wisata pantai di Teluk Wonsan, Provinsi Kangwon. Letaknya sekitar 213 km sebelah tenggara Pyongyang. Wilayah itu didaulat oleh Pemerintah Korea Utara sebagai pusat pariwisata. Label ini menambah prestise Kota Wonsan yang selama ini dikenal sebagai kota dagang terbesar kedua di Korea Utara (Korut).

“Pembangunan Wonsan-Kalma sangat impresif. Kota ini benar-benar bertransformasi dan menyiapkan diri untuk menjadi pusat pariwisata bertaraf internasional. Saya melihat langsung pembangunan besar-besaran dan keseriusan Pemerintah Korea Utara membangun Wonsan-Kalma, sebagai destinasi wisata terbesar dan terbaik di Korea Utara,” kata Duta Besar RI untuk Korea Utara, Berlian Napitupulu, dalam kunjungan kerja ke Wonsan pada 12 Juli 2019 dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Minggu (14/7).

Kota Wonsan dan Wonsan-Kalma Tourist Zone (Explore DPRK)

Pembangunan megaproyek wisata tersebut baru dimulai dua tahun lalu dan rencananya akan dibuka pada April 2020. Lebih lanjut Dubes Berlian Napitupulu menjelaskan Wonsan-Kalma Tourist Zone adalah proyek wisata teranyar Pemerintah Korut yang menghadirkan resort dan hotel mewah termasuk 7 hotel berbintang lima di sepanjang 4 km pinggir Pantai Wonsan.

Destinasi wisata laut ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas rekreasi seperti water sports dan leisure parks. Megaproyek wisata tersebut diperkirakan dapat menampung sekitar 5.000 wisatawan lokal dan mancanegara.

“Melihat masifnya pembangunan zona wisata Wonsan-Kalma dan lokasi strategis Kota Wonsan di pinggir pantai timur Korea yang berhadapan langsung dengan Laut Timur dan Jepang, saya yakin kota ini akan menjadi magnet wisata terbesar di Korea Utara. Tidak mustahil Wonsan-Kalma akan menjelma menjadi Bali-nya Korea Utara,” imbuh Berlian.

Kota Wonsan dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar tiga jam dari Pyongyang. Saat ini sedang dibangun bandara baru bertaraf internasional yang dapat dijangkau dari berbagai kota baik dalam negeri seperti Pyongyang dan Samjiyon maupun dari luar negeri seperti Beijing.

Berlian Napitupulu (kedua dari kanan), Duta Besar Indonesia untuk Korea Utara, dalam kunjungan ke Kota Wonsan (Kedutaan Besar Indonesia di Korea Utara)

Tentunya pembangunan Wonsan-Kalma sebagai pusat wisata besar di Korea Utara ini merupakan peluang kerja sama bagi industri pariwisata dunia, termasuk Indonesia. Agen wisata Indonesia dapat menjadikan Wonsan-Kalma sebagai destinasi baru. Pada saat yang sama, industri pariwisata tanah air juga dapat melihat pembangunan besar-besaran fasilitas wisata di Wonsan-Kalma sebagai peluang kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Pemerintah Korut juga saat ini tengah mengundang investor asing. Beberapa negara antara lain Tiongkok dan Italia telah bekerja sama dan menanamkan modalnya di Wonsan-Kalma. Konon beberapa negara Eropa telah menyatakan ketertarikan untuk bekerja sama dan berinvestasi di megaproyek ini.

“Saya kira ini merupakan peluang baik untuk meningkatkan kerja sama pariwisata Indonesia dan Korea Utara. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah cermat dan cepat, sebelum semua habis diambil orang,” papar Berlian.

Produk Lokal Indonesia Dijual di Wonsan

Dalam kunjungan kerja tersebut, Duta Besar Berlian Napitupulu juga mengunjungi beberapa toko lokal. Ternyata ada yang menjual produk-produk Indonesia, mulai dari makanan, minuman hingga peralatan rumah tangga.

“Saya cukup surprise melihat sebuah toko yang menjual ratusan item produk buatan Indonesia mulai produk makanan, bumbu, sabun, deterjen, kosmetik dan peralatan rumah tangga. Saya sangat senang menyaksikan begitu banyak produk Indonesia dalam sebuah tokoh di Korea Utara. Saya seperti melihat produk-produk tersebut di toko-toko di Indonesia,” katanya.

Dia menambahkan, ternyata barang-barang tersebut juga digemari masyarakat setempat karena kualitasnya yang baik dan harganya yang bersaing dibanding produk negara tetangga. Hal itu dinilai peluang bisnis yang sangat baik bagi para pengusaha di tanah air, di samping peluang wisata.

Sementara itu, Fungsi Pensosbud KBRI Pyongyang Hanna Andari mengatakan toko tersebut sengaja fokus menjual produk Indonesia karena animo masyarakat yang tinggi sehingga barang dari negara lain kurang laku di toko tersebut. Hal ini juga membuktikan bahwa Wonsan terbuka bagi consumer goods luar negeri.

“Wonsan dan Indonesia siap bekerja sama, dan dengan berbagai negara untuk membangun wilayah ini sebagai pusat pariwisata di Korea Utara,” tutup Hanna. (JP)