PUBLIKSATU, BOLA – Madura United untuk kali pertama gagal meraih poin penuh pada Liga 1 2019. Bertandang ke Stadion Si Jalak Harupat, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Madura United ditahan imbang tuan rumah Persib dengan skor 1-1.

Dengan hasil ini, Madura berada di posisi kedua klasemen sementara. Greg Nwokolo dkk mengoleksi 10 poin hasil dari tiga menang dan satu imbang dalam empat pertandingan awal. Madura United berselisih dua angka dari pemuncak klasemen sementara Bali United yang sukses besar meraih hasil sempurna di empat laga awal.

Sejatinya, Madura United beruntung bisa mengambil poin dalam pertandingan ini. Sebab, Persib lebih dulu mendapatkan momentum via gol eksekusi penalti striker Ezechiel N’Douassel pada menit ke-79. Wasit memberikan penalti karena penyerang asal Chad berusia 31 tahun tersebut ditekling gelandang bertahan Madura United Asep Berlian.

Madura United mampu menyamakan kedudukan satu menit sebelum waktu normal habis melalui gol yang sangat indah dari gelandang Zulfiandi. Pemain kelahiran Bireuen, Aceh, itu berhasil menerobos pertahanan ketat Persib, mengecoh dua pemain, lalu menceploskan bola secara dingin ke gawang I Made Wirawan.

Madura United tetap memakai formasi dasar 4-3-3 dalam pertandingan tadi. Beto Goncalves  yang biasanya menjadi starter, untuk kali ini dicadangkan. Pelatih Dejan Antonic memilih memasang David Laly untuk memberikan keseimbangan di lini tengah.

Sedangkan Persib memakai pola 4-2-3-1. Tampaknya, pelatih Persib Rene Robert Alberts masih belum menemukan formula yang pas bagi timnya. Saat ditahan imbang 1-1 oleh PS Tira-Persikabo pada matchdayketiga (18/6), Persib menggunakan skema 4-1-4-1 dengan meninggalkan Hariono sendirian sebagai gelandang bertahan.

Pada babak pertama, Persib praktis mendominasi pertandingan. Alberts menginstruksikan para pemainnya untuk melakukan pressing tinggi sampai sepertiga permainan lawan.  Sempat sulit berkembang pada awal pertandingan, Persib memiliki peluang ganda pada menit ke-29 dan 30. Pertama, tendangan keras pemain asal Turkmenistan Artur Gevorkyan. Kedua adalah tembakan jarak dekat Frets Butuan. Kedua peluang tersebut lahir akibat pressing ketat Persib hingga memaksa pemain Madura United melakukan sendiri.

Bahkan, pemain Persib juga menekan kiper Muhammad Ridho hingga membuat mantan penjaga gawang Borneo FC itu beberapa kali melakukan kesalahan passing di area berbahaya.

Kalau Persib lebih banyak mengambil inisiatif permainan, Antonic memilih untuk bereaksi. Sadar bahwa garis pertahanan Persib tinggi, Madura berusaha langsung mengalirkan bola ke depan dengan memaksimalkan kecepatan Greg Nwokolo di kiri dan Andik Vermansah di kanan.

Skill dan kecepatan keduanya sukses menekan Supardi Nasir dan Ardi Idrus yang akhirnya lebih banyak berada di belakang. Namun karena tidak mendapatkan cukup dukungan dari dua fullback, upaya yang dilakukan Andik dan Greg sering menemui kebuntuan. Transisi permainan Madura United yang buruk membuat striker Aleksandar Rakic terisolasi di depan. Praktis pencetak gol terbanyak musim lalu itu tidak melakukan ancaman apapun pada babak pertama.

Pada awal babak kedua, Antonic yang sadar dengan kekurangan timnya, langsung memasukkan Slamet Nurcahyo untuk menggantikan David Laly. Gelandang berusia 35 tahun itu diharapkan menjadi jembatan dari tengah ke depan. Hasilnya, dua kali Andik berhasil mengancam gawang Persib melalui aksi individual.

Persib juga tidak pasif. Mereka mendapatkan tiga peluang bagus sebelum N’douassel memperoleh hadiah penalti. Kans terbaik adalah saat Artur Gevorkyan berada dalam posisi bebas tepat di depan gawang Madura United. Namun, tendangan kerasnya berhasil diblok dengan sangat jitu oleh Jaimerson Xavier.

Dua menit setelah Persib mencetak gol, Antonic melakukan pergantian penting dengan memasukkan Beto untuk menggantikan Asep Berlian. Selain itu, untuk mendambah daya gedor, Alfath Fathier dimainkan untuk mensubstitusi Marco Sandy Merauje pada menit ke-87. Masuknya dua pemain yang bernaluri menyerang membuat skema Persib goyah. Dan Zulfiandi mampu memanfaatkannya situasi itu dengan baik untuk menghindarkan Madura United dari kekalahan pertama.

Berdasarkan data statistik hasil kerjasama antara Jawa Pos dan Statoskop, Madura United berhasil menguasai bola sedikit lebih banyak yakni 52 persen. Namun dari jumlah tembakan, Persib lebih unggul 19 berbanding 12. Persib mencatat lima tembakan akurat ke gawang, lebih banyak satu kali ketimbang Madura United.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, pelatih Persib Robert Rene Alberts mengakui bahwa para pemainnya panik dan stres dengan masuknya Beto dan Fathier. Hasil tiga kali imbang beruntun memang sangat tidak ideal bagi Persib. Apalagi dalam tiga laga ke depan, Persib seluruhnya bermain tandang melawan tim-tim yang sulit dikalahkan.

Pertama melawat ke markas Bhayangkara FC (30/6), lalu terbang ke Surabaya menghadapi Persebaya (5/7), serta menantang rival utama Persija Jakarta (10/7). Jika masih tidak mampu meraih angka sempurna dalam lawatan tersebut, posisi Persib untuk mengejar gelar musim ini tentu saja berada dalam zona yang berbahaya. (*)