PUBLIKSATU, BUTON SELATAN – Ganti rugi kasus dampak tumpahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diduga mencemari lingkungan pesisir laut Kelurahan Majapahit dan Desa Lampanairi, Kecamatan Batauga belum juga ada titik terang. Sudah empat bulan, kasus itu masih belum ada kepastian hukum.

Bau busuk akibat tumpahan minyak menjadi kenangan mendalam bagi warga setempat. Hingga kini bau tak sedap itu masih ada. Isu kerusakan lingkungan belum menjadi perhatian skala prioritas Pemkab Busel.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Busel, Ir La Ode Mpute mengaku, kasus tumpahan minyak kelapa sawit itu sudah diambil alih pemerintah pusat. Dalam hal ini tim Gakum yang dibentuk Direktorat Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Sudah ditangani pemerintah pusat. Soal ganti rugi kepada masyarakat maupaun pemerintah daerah oleh perusahaan masih diperjuangkan,” ujarnya kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, masyarakat dan Pemkab diminta bersabar atas dampak dari pencemaran lingkungan itu. Karena tahapan klarifikasi Pemkab akan digencarkan di KLH. “Jadi masyarakat diharap bersabar,” kata pria asal Kadatua ini.

Mpute meyakini kasus ini akan ada penyelesaian hingga pada proses ganti rugi akibat dampak dugaan pencemaran lingkungan. Berdasarkan fakta dan temuan yang sudah diserahkan kepada KLH. Dan kasus ini sementara dalam proses. Tim Gakum sudah memverifikasi di lapangan, tinggal menunggu hasil uji laboratorium dari sampel yang sudah diambil. “Semuanya akan dihitung termaksud jumlah kerugian dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

Mpute juga mengaku semua penyelesaian kasus dari tahap ke tahap membutuhkan waktu yang tidak singkat, karena ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi sesuai perundang-undangan. “Penyelesaian kasus ini agak panjang dan bertahap, bisa diselesaikan dalam waktu enam bulan dan paling lambat dua tahun. Karena kasus lingkungan hidup bukan hanya di Busel tapi seluruh Indonesia,” imbuhnya.

“Tidak ada kata lain selain bersabar. Intinya, penyelesaian kasus tumpahan CPO yang menimbulkan pencemaran lingkungan pasti terselesaikan, hanya masalah waktu,” pungkasnya. (aga)