PUBLIKSATU.CO – Salah seorang pengajar di SDN 007 Batam, Mu’minatun mengaku sudah terlanjur nyaman dengan kondisi jalan yang dilintasinya saat pergi mengajar.

Sejak 2012, Setiap hari, perempuan 38 tahun itu harus menempuh perjalanan sejauh 50 km untuk sampai ke sekolah maupun balik ke rumah. Perjalanan guru agama itupun tidak mudah.

Mu’minatun tinggal di Jalan Trans Barelang. Sedangkan sekolah tempatnya mengajar berada di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sepeda motor dengan kap agak longgar, menjadi teman setianya dalam melewati jalan berlubang dan becek.

Medan yang sulit, membuat guru yang sudah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 2015 itu kerap menghadapi kendala. Bahkan, Mu’minatun sudah tidak ingat berapa kali terjatuh akibat terperosok di lubang jalan yang becek.

Namun, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menjadi pengajar bagi anak-anak di pesisir Batam. “Sering (jatuh) pokoknya, ada yang parah. Ada juga sampai tak bisa ngajar,” kata Mu’minatun ketika ditemui di jalan menuju Kampung Monggak, Selasa (13/11).

Selain jalan berlubang dan becek, hujan juga menjadi tantangan besar bagi Mu’minatun ketika menuju sekolah maupun balik ke rumah. Sebab di sepanjang perjalanan tidak ada tempat beteduh. Di sekitar jalan tanah sejauh 7 km hanya ada hutan dan kebun.

Jas hujan pun selalu ada di jok sepeda motornya. Sehingga Mu’minatun bisa mengurangi basah jika sewaktu-wktu terjadi hujan saat menempuh perjalanan.

Dengan beratnya medan yang dilalui, suami dan anaknya terkadang khawatir. Mereka menyarankan agar Mu’minatun untuk pindah ke sekolah dengan daerah yang lebih baik.

Namun, Mu’minatun sudah terlanjur nyaman dan menikmati mengajar di kampung yang rata-rata dihuni nelayan itu. Ia hanya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan utama menuju Kampung Monggak. Sehingga memberikan kenyamanan untuk setiap aktivitas masyarakat. Termasuk dirinya yang setiap hari melintas.

“Kalau sudah bagus jalannya, pasti warga kampung dan semua senang. Keluarga juga tidak khawatir lagi,” ucap Mu’minatun.

(bbi/JPC)

COVID BUSEL