PUBLIKSATU, MUNA BARAT – Zakaruddin Saga resmi melepas status sebagai aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar). Ia telah pensiun dari pegawai. Senin (3/9) kemarin, Pemkab Mubar mengadakan upacara pelepasan jabatan bagi para PNS pensiun.

Zakaruddin Saga pensiun dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Mubar. Jabatan tersebut saat ini diduduki Rosma Laute, dengan posisi jabatan sebagai pelaksana (Plt), rangkap sebagai kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mubar.

Saat dikonfirmasi usai upacara pelepasan, Zakaruddin mengaku, dirinya akan fokus menghadapi momentum pemilihan calon legislatif (Pilcaleg) 2019. Dimana ia salah satu kandidat yang akan ikut bertarung pada Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Kusambi, Napano Kusambi, dan Sawerigadi, dengan kendaraan politik, Partai NasDem.

“Hari ini (Senin, red), saya resmi pensiun. Ke depan saya akan fokus mengabdikan diri kepada masyarakat dan daerah dengan menjajaki Pilcaleg 2019,” ungkapnya.

Baginya, melepas status sebagai pejabat daerah beberapa puluh tahun, tidak merasa hilang dan kehilangan. Sebab, ia masih berada di Mubar dan setiap saat akan mengabdikan diri untuk daerah.

“Saya masih berada di tengah-tengah rakyat. Pilihan untuk maju menjadi calon anggota dewan tidak ingin memperpanjang kekuasaan atau mencari kekayaan. Tetapi semata-mata ingin mengabdikan diri untuk masyarakat,” ujarnya.

Selain itu menurutnya, secara kasat mata, di DPRD Mubar masih banyak hal yang perlu dibenahi. Terlihat persoalan antara pemerintah dan DPRD tidak pernah menyatu. Selama ini dua lembaga tersebut hanya dipersatukan dalam aturan tertentu atas kebutuhan daerah, tetapi tidak dalam implementasi menyelesaikan kepentingan rakyat.

“Kita selalu gontok-gontokan. Larut dalam hal yang tidak subtansial dengan melupakan khitah yang sesungguhnya yakni berkiprah untuk kesejahteraan rakyat. Kalau diberi kesempatan dan kepercayaan, saya akan satukan lembaga ini dalam kerangka pembangunan untuk kesejahteraan rakyat dan daerah,” tuturnya.

Zakaruddin menyandang jabatan sebagai Kepala BPPKAD Mubar kurang lebih 3 tahun lamanya. Berhasil mengantarkan daerah ini mendapat opini WTP dari BPK Sultra, sebanyak 2 kali. Terhadap penggantinya nanti, ia tidak memberikan pesan apapun, karena yang masuk sebagai kepala BPKAD baru, juga dari jabatan eselon dua.

“Saya tidak bisa mengajar itik dan ikan berenang. Kalau toh dalam perjalanannya ada hal yang patut didiskusikan, saya tetap memposisikan diri untuk siap sepanjang dibutuhkan,” centilnya.

Hal yang paling menggairahkan untuk terjun di dunia politik tambahnya, motifasi dari LM Rajiun Tumada. Banyak pandangan dan saran yang diberikan dari Bupati Mubar itu.

“Awalnya saya tidak terlalu antusias. Tetapi beliau (Rajiun) memberikan semangat dan motivasi. Karena disukong, makanya membulatkan tekad untuk menjadi calon anggota dewan. Bahkan pernah ditawari untuk caleg propinsi. Tetapi saya menolak, karena saya hanya mengabdi untuk masyarakat Mubar. Kalau saya disini (Mubar) setiap rintihan dan keluhan rakyat, saya bisa rasakan, karena dekat. Kalau dipropinsi jauh, tidak akan merasakan keluhan rakyat Mubar,” tutupnya. (p5)