PUBLIKSATU, KENDARI – Pada pameran HALO SULTRA 2018, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) akan menampilkan gambar dan video hasil pembangunan bupati dan wakil bupati Samahuddin-La Ntau (SamaTau) selama 2017 di stand pameran Tugu Religi Sultra, Kota Kendari.

Selama kurun waktu tersebut, instansi yang dipimpin H Muh Ramlan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 146 miliar lebih untuk menangani infrastruktur atau pekerjaan fisik. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dari lima bidang di Dinas PU, ada tiga bidang yang menangani pekerjaan fisik yakni Bina Marga, Cipta Karya, dan Perumahan Rakyat. Sementara dua bidang lainnya hanya menangani administrasi, yakni Bidang Tata Ruang dan Bidang Perencanaan.

“Bidang Bina Marga menangani tiga kegiatan dengan menghabiskan anggaran Rp 116 miliar lebih. Kegiatan pertama, pengaspalan jalan sepanjang 25,56 KM, lebar lima meter, tebal 4 CM, dengan spesifikasi aspal RMA (Ready Mix Asphalt) yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 49 miliar lebih,” ungkap Kadis PU Kabupaten Buteng H Muh Ramlan, ditemui di Kota Kendari, Rabu (25/4),

Keiatan kedua, pembukaan jalan dengan kontruksi pengerasan jalan berbutir di beberapa tempat dan yang paling banyak di Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng) dan Mawasangka Timur (Mastim). Panjang keseluruhan sekitar 40,2 KM, lebar 15 meter dengan anggaran Rp 65 milair lebih.

“Kegiatan ketiga, pemeliharaan jalan poros Lombe-Tolandona dan pertigaan Labungkari-Desa Teluk Lasongko. Sehingga total anggaran Bidang Bina Marga dari tiga kegiatan tersebut sekitar Rp 116 miliar,” bebernya.

Ramlan menambahkan, untuk Bidang Cipta Karya ada tiga kegiatan pula yang ditangani. Kegiatan pertama, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebanyak lima titik. Satu Ipal anggarannya sekitar Rp 500 juta lebih yang kegiatannya diswakelolakan kepada masyarakat dengan total anggaran sekitar Rp 2,5 miliar lebih.

“Kegiatan kedua, Talud pengaman pantai di beberapa tempat dan kegiatan ketiga adalah sistim peyediaan air minum (SPAM) sekitar Rp 3,6 miliar. Sehingga total secara keseluruhan dari tiga item kegiatan Bidang Cipta Karya tersebut sekitar Rp 19 miliar lebih,” jelasnya.

Bidang Perumahan Rakyat, lanjut Ramlan, menangani perumahan-perumahan yang tidak layak huni dan diprioritaskan pada masyarakat miskin. Ada sekitar tujuh unit rumah yang dibenahi dengan anggaran Rp 245 juta. Satu unit rumah mendapat bantuan sekitar Rp 15 juta. (uzi)