PUBLIKSATU, MUNA – Perubahan nama-nama desa di Kabupaten Muna mendapat protes dari masyarakat. Pasalnya, dengan perubahan itu ada nama desa yang tiba-tiba hilang dan diganti. Adalah Desa Wakumoro, Kecamatan Parigi yang namanya diganti menjadi Desa Kosundano.

Tak terima dengan pergantian nama itu, perwakilan warga Desa Wakumoro, LM Kadafi mengaduhkan ke DPRD Muna.

Kadafi mengaku mengetahui hilangnya nama Desa Wakumoro saat mengurus KTP elektronik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Saat nama desa dicek disistim tidak ditemukan, malah terganti dengan nama Desa Kosundano.

“Itu yang buat kita heran. Sementara pada Perda nomor 12 tahun 2014 tentang perubahan nama desa, Wakumoro tidak berubah,” katanya.

Menurut dia, banyak dampak yang timbul dengan hilangnya nama Desa Wakumoro itu. Desa tersebut terancam tidak akan menerima Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN. Kemudian, masyarakat tidak bisa menyalurkan hak pilih saat pemilihan dan BPJS tidak bisa digunakan. “Kalau tidak cepat diselesaikan, masyarakat banyak yang dirugikan,” ungkapnya.

Kadafi menduga, perubahan nama desa itu akibat kesalahan penginputan saat disetor di Kemendagri. “Inikan aneh, karena dalam Perda nama Desa Wakumoro tidak berubah. Jadi kami minta dewan segera mengkonsultasikan masalah ini di pusat,” terangnya.

Mantan Kades Wakumoro itu menerangkan bahwa desanya sejak tahun 1995 terbektuk. Kala itu, Desa Wakumoro pecahan dari Kelurahan Walambunowite. “Saat ini jumlah penduduknya mencapai 350 KK,” sebutnya.

Sementara itu, Awal Jaya Bolombo, Ketua Komisi III DPRD Muna membenarkan telah menerima keluhan masyarakat Wakumoro itu. Katanya, aduan itu akan segera ditindaklanjuti di Kemendagri.

“Hari ini (kemarin, red) kita akan ke Kemendagri bersama BPMPD, Disdukcapil dan Asisten I. Insya Allah setelah pertemuan itu ada kejelasan. Nanti saya kabari,” kata Ketua Fraksi Demokrat itu. (cr1)