BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), hanya satu kecamatan yang masuk kategori kawasan tidak kumuh. Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng), lainnya memiliki kawasan kumuh.

“Hanya Kecamatan Masteng yang tidak memiliki kawasan kumuh di Kabupaten Buteng, selebihnya enam kecamatan lainnya mempunyai kawasan kumuh,” ungkap Kabid Perumahan Rakyat dan Pemukiman, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buteng La Ode Abdul Salam, ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/8).

Daftar kawasan kumuh tersebut diperoleh pihaknya dari pendataan dan identifikasi yang dilakukan pada 2016 lalu. Hasilnya, kawasan kumuh di Kabupaten Buteng seluas 66,64 hektar. “Yang paling luas kawasan kumuhnya itu adalah Kecamatan Gu, terdapat di Kelurahan Watulea dan Kelurahan Bombonawulu,” bebernya.

Salam menambahkan, pasca dilakukan pemetaan kawasan kumuh, maka upaya yang akan dilaksanakan pihaknya adalah melakukan pembenahan-pembenahan pada kawasan-kawasan kumuh tersebut agar tidak terlihat kumuh lagi. “Untuk pembenahannya kita koordinasikan dengan Bidang Cipta Karya, misalkan dibukakan jalur jalan dan penataan kawasannya,” tuturnya.

Untuk bantuan pembenahan kawasan kumuh ini, kata dia, selain mengusulkannya untuk dianggarkan pada APBD 2018, juga diupayakan dengan meminta bantuan pemerintah provinsi maupun pusat melalui proposal yang diajukannya. “Pembenahannya kita akan lakukan secara bertahap, karena kalau sekaligus semua kecamatan Pemkab tidak akan mampu,” pungkasnya. (uzi)